Jumat, 06 Desember 2013

SPSS

Diposting oleh Dwi Suseno Wati di 06.04
Makalah Komputer dalam Pembelajaran Fisika
"SPSS"

KATA PENGATAR


Puji syukur atas ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas karunia-Nya, penyusun dapat menyelesaikan makalah ini sebagai tugas mata kuliah Statistik Dasar, yang bertemakan “Penggunaan Program SPSS” dengan semaksimalnya..
Dalam penyusunan makalah ini, tidak lupa pula kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Apit Faturrohman, S.Pd, M.Si. sebagai dosen mata kuliah Statistik Dasar FKIP Universitas Sriwijaya yang telah memberikan waktu kepada kami untuk menyelesaikan makalah ini sehingga kami dapat menyusun dan menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya dan insya Allah sesuai yang kami harapkan, serta kepada seluruh pihak yang telah membantu khususnya dari rekan-rekan sekelompok kami sehingga makalah ini dapat diselesaikan dengan baik.
Akhirnya, penyusun menyadari kalau makalah ini masih banyak memiliki kekurangan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan saran dan kritik dari pembaca sebagai referensi untuk perbaikan dalam penulisan makalah berikutnya. Akhir kata, penyusun berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca. Namun tentunya sebagai manusia biasa tidak luput dari kesalahan dan kekurangan. Harapan kami, semoga bisa menjadi koreksi di masa mendatang agar lebih baik lagi dari sebelumnya.Tak lupa ucapan terima kasih kami sampaikan kepada teman-teman atas masukkannya, dorongan dan saran yang telah diberikan kepada kami.
                                                                              Indralaya, 8 Maret 2013

                                                                                                                                                             Penulis
DAFTAR ISI
Daftar Isi.................................................................................................................... 1
Kata Pengantar........................................................................................................... 2
BAB I
Pendahuluan............................................................................................................. 3
Latar Belakang........................................................................................................ 3
Rumusan Masalah................................................................................................... 4
Tujuan Pembelajar.................................................................................................. 4
BAB II
Pembahasan.............................................................................................................. 5
Pengertian SPSS...................................................................................................... 5
Software SPSS........................................................................................................ 8
Mempersiapkan data............................................................................................ 10
Membuka data Dari Aplikasi Lain............................................................................ 15
Statistik Deskriptif................................................................................................. 15
Prosedur Frekuensi........................................................................................... 66
Prosedur Decriptives......................................................................................... 19
Prosedur Explore.............................................................................................. 20
Analisa Crosstab................................................................................................ 23
Statistik Compare Means....................................................................................... 25
One-sample T Test (Within-Subject)............................................................... 25
Independent-Sample T Test............................................................................ 26
Paired-Sample T Test...................................................................................... 28
Prosedur Mean................................................................................................. 29
BAB III
PENUTUP................................................................................................................. 31
Kesimpulan........................................................................................................... 31
Saran.................................................................................................................... 32
Kata Pengantar..................................................................................................... 33
Lampiran............................................................................................................... 34


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang 
               Penggunaan istilah statistika berakar dari istilah istilah dalam bahasa latin modern statisticum collegium ("dewan negara") dan bahasa Italia statista ("negarawan" atau "politikus"). Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20 statistika mulai banyak menggunakan bidang-bidang dalam matematika, terutama peluang. Cabang statistika yang pada saat ini sangat luas digunakan untuk mendukung metode ilmiah.
               Ilmu statistic adalah ilmu oengetahuan yang memabahas (mempelajari) dan memperkembangkan prinsip-prinsip, metode  dan prosedur yang perlu ditempuh atau dipergunakan dalam rangka pengumpulan data angka. Penyusunan atau pengaturan data angka, penyajian atau penggambaran atau pelukisan data angka, pengalanalisian terhdapa data angka dan penarikan kesimpulan (conclusion), pembuatan perkiraan (estimation), serta penyusunan ramalan (prediction) secara ilmiah/matematika atas dasar kesimpulan data angka tersebut
Dijaman yang serba canggih saat ini, segala sesuatu itu haruslah dalam bentuk instant dan cepat. Maka dari pada itulah dibentuk atau diciptakannya suatu program  SPSS (Statistical Product and Service Solutions) sebagai solusi dari kebutuhan akan kecepatan dan kepraktisan dalam mengolah data statistika.  SPSS adalah sebuah program aplikasi yang memiliki kemampuan analisis statistik cukup tinggi serta sistem manajemen data pada lingkungan grafis dengan menggunakan menu-menu deskriptif dan kotak-kotak dialog yang sederhana sehingga mudah untuk dipahami cara pengoperasiannya. Beberapa aktivitas dapat dilakukan dengan mudah dengan menggunakan pointing dan clicking mouse.





1.2       Rumusan Masalah
Dalam makalah ini, kami manempunyai beberapa rumusan masalah, yaitu :
1.         Apa yang dimaksud SPSS (Statistical Product and Service Solutions) ?
2.         Jelaskan apa yang saja fungsi-fungsi yang ada di SPSS (Statistical Product and Service Solutions)?
3.         Apa saja kelebihan dari SPSS (Statistical Product and Service Solutions)?
4.         Bagaimana cara mengoperasikan SPSS (Statistical Product and Service Solutions) ?
5.         Contoh Penggunaan SPSS (Statistical Product and Service Solutions)?



1.3       Tujuan Pembelajaran
Adapun tujuan kami dalam penyusunan makalah ini adalah,
1.         Mengetahui pengertian SPSS (Statistical Product and Service Solutions)
2.         Mengetahui fungsi-fungsi yang ada di SPSS (Statistical Product and Service Solutions)
3.         Mengetahui kelebihan dari SPSS (Statistical Product and Service Solutions).
4.         Mampu memahami cara mengoperasikan SPSS (Statistical Product and Service Solutions).
5.         Mampu memahami Contoh Penggunaan SPSS (Statistical Product and Service Solutions)


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian SPSS
            SPSS adalah sebuah program aplikasi yang memiliki kemampuan analisis statistik cukup tinggi serta sistem manajemen data pada lingkungan grafis dengan menggunakan menu-menu deskriptif dan kotak-kotak dialog yang sederhana sehingga mudah untuk dipahami cara pengoperasiannya. Beberapa aktivitas dapat dilakukan dengan mudah dengan menggunakan pointing dan clicking mouse.
SPSS banyak digunakan dalam berbagai riset pemasaran, pengendalian dan perbaikan mutu (quality improvement), serta riset-riset sains. SPSS pertama kali muncul dengan versi PC (bisa dipakai untuk komputer desktop) dengan nama SPSS/PC+ (versi DOS). Tetapi, dengan mulai populernya system operasi windows. SPSS mulai mengeluarkan versi windows (mulai dari versi 6.0 sampai versi terbaru sekarang).
Pada saat sekarang SPSS dibagi menjadi 4 bagian besar, yaitu :
1.  SPSS BI atau Busines Intelegencia
2.  SPSS MR atau Market Riset
3.  SPSS Science
4.  SPSS Quality
Pada awalnya SPSS dibuat untuk keperluan pengolahan data statistik untuk ilmu-ilmu social, Dahulu kepanjangan SPSS adalah Statistical Package for the Social Sciences , namun dengan berjalannya waktu SPSS mengalami perkembangan dan penggunaan semakin kompleks untuk berbagai ilmu. Sehingga kepanjangan SPSS adalah Statistical Product and Service Solution. Tahun 1968 mahasiswa Stanford University membuat program SPSS untuk dioperasikan pada komputer mainframe. Pada tahun 1984 SPSS muncul dengan versi PC, kemudian tahun 1992 tercipta untuk versi windows (SPSS for Windows). Setelah itu SPSS terus mengalami perkembangan  dan dari waktu ke waktu mengalami perbaikan dan penyempurnaan. Hingga sampai saat ini versi terbaru yaitu SPSS for windows versi 17. Sekarang kemampuan SPSS diperluas untuk melayani berbagai jenis pengguna (user), seperti untuk proses produksi di pabrik, riset ilmu sains dan lainnya. Dengan demikian, sekarang kepanjangan dari SPSS Statistical Product and Service Solutions.
SPSS dapat membaca berbagai jenis data atau memasukkan data secara langsung ke dalam SPSS Data Editor. Bagaimanapun struktur dari file data mentahnya, maka data dalam Data Editor SPSS harus dibentuk dalam bentuk baris (cases) dan kolom (variables). Case berisi informasi untuk satu unit analisis, sedangkan variable adalah informasi yang dikumpulkan dari masing-masing kasus.
Hasil-hasil analisis muncul dalam SPSS Output Navigator. Kebanyakan prosedur Base System menghasilkan pivot tables, dimana kita bisa memperbaiki tampilan dari keluaran yang diberikan oleh SPSS. Untuk memperbaiki output, maka kita dapat mmperbaiki output sesuai dengan kebutuhan. Beberapa kemudahan yang lain yang dimiliki SPSS dalam pengoperasiannya adalah karena SPSS menyediakan beberapa fasilitas seperti berikut ini:
Ë Data Editor. Merupakan jendela untuk pengolahan data. Data editor dirancang sedemikian rupa seperti pada aplikasi-aplikasi spreadsheet untuk mendefinisikan, memasukkan, mengedit, dan menampilkan data.
Ë Viewer. Viewer mempermudah pemakai untuk melihat hasil pemrosesan, menunjukkan atau menghilangkan bagian-bagian tertentu dari output, serta memudahkan distribusi hasil pengolahan dari SPSS ke aplikasi-aplikasi yang lain.
Ë Multidimensional Pivot Tables. Hasil pengolahan data akan ditunjukkan dengan multidimensional pivot tables. Pemakai dapat melakukan eksplorasi terhdap tabel dengan pengaturan baris, kolom, serta layer. Pemakai juga dapat dengan mudah melakukan pengaturan kelompok data dengan melakukan splitting tabel sehingga hanya satu group tertentu saja yang ditampilkan pada satu waktu.
Ë High-Resolution Graphics. Dengan kemampuan grafikal beresolusi tinggi, baik untuk menampilkan pie charts, bar charts, histogram, scatterplots, 3-D graphics, dan yang lainnya, akan membuat SPSS tidak hanya mudah dioperasikan tetapi juga membuat pemakai merasa nyaman dalam pekerjaannya.
Ë Database Access. Pemakai program ini dapat memperoleh kembali informasi dari sebuah database dengan menggunakan Database Wizard yang disediakannya.
Ë Data Transformations. Transformasi data akan membantu pemakai memperoleh data yang siap untuk dianalisis. Pemakai dapat dengan mudah melakukan subset data, mengkombinasikan kategori, add, aggregat, merge, split, dan beberapa perintah transpose files, serta yang lainnya.
Ë Electronic Distribution. Pengguna dapat mengirimkan laporan secara elektronik menggunakan sebuah tombol pengiriman data (e-mail) atau melakukan export tabel dan grafik ke mode HTML sehingga mendukung distribusi melalui internet dan intranet.
Ë Online Help. SPSS menyediakan fasilitas online help yang akan selalu siap membantu pemakai dalam melakukan pekerjaannya. Bantuan yang diberikan dapat berupa petunjuk pengoperasian secara detail, kemudahan pencarian prosedur yang diinginkan sampai pada contoh-contoh kasus dalam pengoperasian program ini.
Ë Akses Data Tanpa Tempat Penyimpanan Sementara. Analisis file-file data yang sangat besar disimpan tanpa membutuhkan tempat penyimpanan sementara. Hal ini berbeda dengan SPSS sebelum versi 11.5 dimana file data yang sangat besar dibuat temporary filenya.
Ë Interface dengan Database Relasional. Fasilitas ini akan menambah efisiensi dan memudahkan pekerjaan untuk mengekstrak data dan menganalisnya dari database relasional.
Ë Analisis Distribusi. Fasilitas ini diperoleh pada pemakaian SPSS for Server atau untuk aplikasi multiuser. Kegunaan dari analisis ini adalah apabila peneliti akan menganalisis file-file data yang sangat besar dapat langsung me-remote dari server dan memprosesnya sekaligus tanpa harus memindahkan ke komputer user.
Ë Multiple Sesi. SPSS memberikan kemampuan untuk melakukan analisis lebih dari satu file data pada waktu yang bersamaan.
Ë Mapping. Visualisasi data dapat dibuat dengan berbagai macam tipe baik secara konvensional atau interaktif, misalnya dengan menggunakan tipe bar, pie atau jangkauan nilai, simbol gradual, dan chart.

2.2 Software SPSS
       2.2.1 Pendahuluan
Pada SPSS ini terdapat 4 window yaitu:
1.  Data Editor
Window ini akan terbuka secara otomatis ketika spss dijalankan, window ini berfungsi untuk input data. Menu yang ada pada data editor adalah:  
  • File
Menu file berfungsi untuk menangani hal-hal yang berhubungan dengan file. seperti: membuka file baru, menyimpan file, mencetak file dll.  
  • Edit
Menu edit berkaitan dengan operasi perbaikan ataupun perubahan nilai data.  
  • View
Fungsinya untuk mengatur toolbars dan menentukan huruf yang akan dipakai.  
  • Data
Menu data berfungsi untuk mengubah data secara keseluruhan seperti:
mengurutkan data, menandai data berdasarkan  kriteria tertentu, menggabungkan data dll.  
  • Transform
Digunakan untuk merubah variabel yang dipilih dengan berdasarkan criteria tertentu.  
  • Analyze
Menu analyze merupakan tahapan inti dari SPSS gunanya untuk menganalisis data statistika (uji nonparametrik, time series, regresi, analisis ragam, dll).   
  • Graph
Menu graph gunanya untuk menampilkan grafik untuk menunjang analisis
data statistika.   
  • Utilities
Merupakan menu pendukung yang digunakan untuk:
    • Memberikan informasi mengenai isi variabel tertentu.
    • Mengatur penampilan menu-menu yang lain.  
  • Window
Menu window digunakan untuk perpindahan dari satu window ke window
lainnya.  
  • Help
Menu help digunakan untuk memberikan bantuan berupa pemberian
informasi yang diperlukan.

2.  Window Output Viewer (Viewer)
Apabila menu data editor untuk input data, maka window output viewer(VIEWER) adalah untuk menampilkan hasil proses analisis data. Menu pada viewer hamper sama dengan menu editor, pada window viewer ini ada tambahan menu yaitu:  
  • Insert
Berfungsi untuk menyisipkan judul, grafik, teks atau objek tertentu dari suatu aplikasi lain.
  • Format
Berfungsi untuk merubah tata letak huruf output.

3.  Menu Syntax Editor
Menu syntax untuk digunakan perhitungan analisis statistika apabila alat yang ingin dipakai tidak tersedia pada menu SPSS. 

4.  Menu Script Editor
Menu script digunakan untuk melakukan kegiatan SPSS secara otomatis, seperti: eksport CHART, penyesuaian bentuk output, dll. 

       2.2.2 Spss Data Editor
Data editor mempunyai dua fungsi utama yaitu:
1.  Input data yang akan diolah SPSS.
2.  Proses data yang telah di input dengan proses statistika tertentu.
Pada SPSS terdapat sepuluh menu utama yaitu: FILE, EDIT, VIEW, DATA TRANFORM, ANALYZE, GRAPHS, UTILITIES, WINDOWS, dan HELP.

2.3 Mempersiapkan Data
            Data merupakan bahan dasar elemen-elemen yang akan diolah di dalam SPSS. Data bisa didapat dari hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Data sebaiknya disusun dalam bentuk tabel sehingga mudah dibaca dan diimplementasikan didalam program SPSS.
            Setelah data siap untuk dimasukan. Langkah selanjutnya adalah memasukan data tersebut ke SPSS Data Editor. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mendifinisikan variable.
  1. Aktifkan Variable View.
  2. Kemudian akan muncul view baru.
Name atau nama variabel: Aturan pemberian nama  variabel adalah 1) Wajib diawali dengan Huruf, dan 2) tidak boleh lebih dari 8 karakter, serta 3) tidak boleh ada spasi (spacebar). Misalnya, anda tidak bisa mengetik “Jenis Kelamin” atau “Je-kel” sebagai variabel, tetapi hanya bisa “Kelamin” saja.
 Type  atau jenis data: Jenis data yang akan dientry kedalam SPSS dibedakan hanya 2 saja, yaitu 1) Angka atau Numerik (angka: misalnya “18” tahun ) dan 2) Huruf atau String (huruf: misalnya Amin, Laki-laki, Jalan Petasan)  
Label atau keterangan variabel: Karena nama variabel tidak boleh lebih dari 8 karakter, biasanya pemberian nama variabel menggunakan singkatan, supaya singkatan tersebut dapat dimengerti maka anda bisa memberi keterrangan atau penjelasan terhadap variabel tersebut di kolom label. Misalnya pada variabel “Kelamin” anda bisa memberi label “Jenis Kelamin Anak Balita”, variabel  “Food_exp” bisa diberi label dengan “Food expenditure per month” atau “Pengeluaran keluarga untuk makanan satu bulan”.
 Values atau kode variabel: Jenis kelamin dapat anda masukkan dengan mengetik “Laki” atau “Perempuan”, tetapi hal ini tidak efisien (waktu dan tenaga hilang percuma). Sebaiknya anda beri kode 1=”Laki” dan 2=“Perempuan”, sehingga anda cukup memasukkan angka 1 atau 2.  Supaya nantinya output SPSS yang muncul untuk Kelamin bukan angka 1 dan 2 tetapi yang muncul adalah Laki dan Perempuan, maka anda perlu mengisi Values.
  1. Kemudian sebagai contoh isi tabel sesuai dengan data berikut.
  2. Selanjutnya untuk mengganti type data secara default adalah numeric, klik dibagian type data.
  3. Setelah diklik bagian tipe data.
Ë Numeric, digunakan untuk tipe data angka.
Ë Comma, digunakan untuk tipe data angka tetapi khusus pecahan
Ë Dot, hampir sama dengan comma, yaitu untuk tipe angka tetapi khusus pecahan.
Ë Scientific Notation, untuk tipe data angka dengan notas-notasi scientific
Ë Date, digunakan untuk tipe data tanggal.
Ë Tipe data Dollar, digunakan untuk tipe data yang berhubungan dengan nilai uang dolar.
Ë Custom Currency, digunakan untuk mengatur tiper data mata uang tetapi bisa memilih atau mengatur sendiri mata uang yang diinginkan.
Ë String, digunakan untuk mengatur tipe data string atau karakter.
  1. Setelah itu aturlah width sesuai keinginan. Kemudian isi kolom Label memberikan penjelasan tentang karakteristik variable.
  2. Kolom Values digunakan untuk memberikan penjelasan nilai-nilai invidual denga label sesuai keinginan. Sebagai contoh, akan diberikan nilai value pada kolom jenis kelamin, diatas sudah dijelaskan bahwa jenis kelamin yang bertipe data stirng atau karakter diubah menjadi tipe numeric dengan isinya adalah angka 1 untuk “laki-laki” dab angka 2 untuk “perempuan”.

  1. Selanjutnya, kolom Missing Values digunakan apabila dalam data yang akan diolah terdapat data-data yang hilang atau tidak ada. Misalkan pada kolom Missing  diisi tanda 0.00 maka apabila dalam variable tersebut diisikan adalah tanda 0.00 bearti data tersebut tidak ada.
  2. Kolom Measure menunjukan jenis pengukuran data apakah tipe skala, nominal atau ordinal. Untuk data string hanya bisa menggunakan measure Nominal dan Ordinal, sedangkan data numeric bisa memilih ketiganya.
    1. Skala nominal digunakan untuk variable dimana orang atau objek dengan skala yang sama adalah memiliki beberapa kesamaan beberapa atribut.
    2. Skala Ordinal digunakan untuk variable dimana orang atau objek memiliki nilai skala yang ditetapkan dalam atribut-atribut yang dimilikinya. Nilai skala ini dapat digunakan untuk type data numeric.
2.4 Membuka Data Dari Aplikasi Lain
       SPSS juga bisa membuka file data dengan format lain. Jadi jangan cemas apabila anda terlanjur membuat data dengan format lainnya. Misalnya kita ingin mengimport data dari Excel.  
  1. Klik file  open  data, maka akan muncul kotak dialog open file.  
  2. Pilih format yang sesuai (*.xls, *.xlsx, **.xlsm)  
  3. Cari folder file data Excel yang akan anda import di daftar drop down Look in   Setelah ditemukan, klik file data kemudian klik open, maka akan muncul dialog Opening Excel Data Source
  4. Beri tanda check pada  Read variable names from the first row of data. Tanda ini dimaksudkan supaya nama variable yang terdapat dibaris pertama file data excel tidak dianggap data  OK.
2.5 Statistik Deskriptif
       2.5.1 Pengertian Statistik Dekriptif
            Statistik desktiptif merupakan bidang ilmu statistika yang mempelajari cara-cara pengumpulan, penyusunan, dan penyajian data suatu penelitian.
            Menu Descriptive Statistics pada menu utama Analyze digunakan untuk berbagai keperluan statistika deskriptif, pada menu ini mempunyai berbagai sub menu yaitu:
       1)  Frequencies
Frequencies membahas mengenai penjabaran ukuran statistika deskriptif seperti Mean, Median, Ragam, Kuartil, Persentil, dll.
       2)  Descriptives
Descriptives antara lain berfungsi untuk mengetahui skor z dari suatu distribusi data dan untuk menguji apakah suatu data menyebar normal ataukah tidak.
       3)  Explore
Explore berfungsi untuk memeriksa lebih teliti suatu data. Selain dari alat untuk menguji apakah suatu data menyebar normal ataukah tidak, sub menu ini juga terdapat fasilitas untuk membuat diagram Box-Plot dan diagram Batang Daun (Stem and leaf plot).
       4)  Crosstabs
Crosstabs digunakan untuk menyajikan deskriptif data dalam bentuk tabel silang, yang terdiri atas baris dan kolom. Selain itu juga berisi untuk menguji hubungan antara baris dan kolom (hal ini juga termasuk statistika inferensia).

       2.5.2 Frekuensi
            Prosedur Frekuensi memiliki kegunaan pokok unutk melakukan pengecekan terhadap input data. Apakah data sudah diinputkan dengan benar. Mengingat bahwa dengan statistika frekuensi kita bisa mengetahui resume data secara langsung.         
            Contoh kasus :
            Tabel dibawah ini menunjukan data yang akan dianalisa dengan statstik dekriptif.
Untuk membuat statistic deskripsi dari tabel diatas maka langkah-langkah yang dilakukan.
  1. Klik menu analyze Þ Descriptive Statistics Þ Frequencies. Maka akan muncul
  2. Masukan Variabel Umur dan keterangan.
  3. Pilih tombol Statistics unutk mengatur item-item yang akan ditampilkan dalam output
  4. Berikan tanda check point untuk memunculkan item-item analisa yang diinginkan. Dari gamabr diatas bisa dilihat bahwa terjadi permbagian kelompok statistic. Pembagian kelompok tersebut adalah :
    1. Central tendency
Ø   Mean menunjukan rata-rata dari masing-masing variable
Ø   Median menunujukan titik tengah data.
Ø   Mode (modus) menunjukan nilai yang paling sering keluar
Ø   Sum (N) menunjukan total data
b.      Dispersion
Ø   Standar deviasi menunjukan despersi rata-rata dari sampel
Ø   Minimum
Ø   Maximum
Ø  

 
Standar Error of Mean, diukur sebagai Standar deviasi dibagi dengan akar dari jumlah data valid (n)


c.       Distribution
Ø   Skewness


Ø   Kurtois


  1. Pilih tombol chart untuk memilih model grafik yang ingin di tampilkan dalam output.
Adapun bentuk-bentuk dari sebuah grafik sebenarnya dikelompkan mendjadii jenis, seperti:
·         Grafik batang
·         Grafik Garis
·         Grafik Pie
  1. Selanjutnya setelah mengatur semua pilihan, klik continue jika ingin dilanjutkan ke langkah berikutnya.
  2. Klik OK dari kotak dialog frequencies

       2.5.3 Deskriptives
            Statistik dengan analisi deskriptif, sebenarnya hampir sama dengan statistik frekuensi, yaitu menghasilkan analisa disperse (standard deviasi, minimum, maksimum), distribusi (kurtosis, Skewness) dan mean, sum, dan lain sebagainya.
            Analisis ini juga memiliki kegunaan pokok untuk melakukan pengecekan terhadap input data, mengingat bahwa analisis ini akan menghasilkan resume data secara umum. Seperti beberapa jumlah responden laki-laki, berapa jumlah responden perempuan, dan sebagainya. Disamping itu, analisis ini juga memiliki kegunaan unutk menyediakan informasi dekripsi data dan demografi sampel yang diambil.
       Buka Analyze Þ Desciptive Statistic Þ Descriptives
1.      Kemudian muncul menu desciptives tersebut.
2.      Masukan variable yang akan dianalisa dari kolom kiri ke kolom variable yang ada disebelah kanan.
3.      Setelah dimasukan variable tersebut, klik tombol Option unutk mengatur ops-opsi analisis dekripsi.
4.      Kemudian klik continue

      
       2.5.4. Prosedur Explore
            Analisa ekplorasi data merupakan teknik analisa yang sekaligus dapat membantu meberikan arahan bagi peneliti unutk memilih teknik statistic yang akan diimplementasikan pada data yang akan dikenhendaki. Prosedur eksplorasi data memungkinkan untuk mengetahui tampilan data, identifikasi data, dekripsi data, pengujian asumsi, perbedaan karakteristik antara subpopulasi, yaiut group dalam satu kelas.
       Pada hasil ekplorasi data ini, tampilan data mungkin menunjukna bahwa data yang akan dianalisis memiliki nilai yangb tidak biasa.
1.      Pilih menu Analyze  pada menubar, kemudian klik Descriptive Statistic.
2.      Pilih bagian explore.
3.      Klik anak panah pada kolom yang sesuai untuk variable tersebut , misalkan kolom Dependet List
4.      Pada ekplorasi data dapat digunakan variable kuantitatif (pengukuran interval atau rasio). Variable terdapat pada Factor List digunakan untuk mem-break data dalam suatu group menunjukan kategori, nilai ini dapat berupa numeric atau string pendek.
5.      Label Case digunakan untuk memberikan label pada tampilan luar boxplot yang dapat berupa string atau numeric.
6.      Pada bagian tombol analisis terdapat tiga pilihan statistic-statistik, yaitu :
a.      Statistics; unutk melakukan perhitungan statistic-statistic dasar
b.      Plots; tombol membuat visualisai grafikdari analisis
c.       Option; digunakan untuk mengelolah missing case atau data yang tak tercatat
7.      Tekan continue dana selanjutnya pilih Plots.
8.      Jika selesai, klik continue dan tekan tombol OK

       2.5.4. Analisis Crosstab
            Pada bagian ini akan dibahas mengenai kegunaan Crosstab untuk menguji hubungan ketergantungan antara peubah kategorik (peubah nominal). Untuk teladan seumpamanya saudara mempunyai file data asal.sav yang terdiri dari 25 responden, serta 3 peubah yaitu: pekerjaan, asal, dan keadaan badan.
            Langkah-langkah yang dapat dilalui untuk mencari hubungan antara peubah kerja dengan peubah asal adalah :
1.      Klik menu utama  Analyze,  klik  Descriptives Statistics, pilih  Crosstab. Akan muncul di layar.
2.      Sorot peubah Asal lalu tekan tanda > yang berada pada ruang rows(s) ini
dimaksudkan untuk menjadikan peubah asal sebagai baris, seterusnya masukan peubah kerja ke ruang columns(s) untuk menjadikan peubah ini sebagai kolom.Untuk kesamaan check Chi-square (untuk melihat hubungan peubah dengan uji chi-square) sedangkan yang lainnya dibiarkan kosong. Tekan Continue.
3.      Selanjutnya klik Cells  maka  di layer akan terlihat kotak dialog sel. Supaya sama pada ruang Counts check Observed, sedangkan pada kolum Percentages untuk mengeluarkan hasil persentase menurut baris, kolom dan total check Row, Column dan Total. Tekan Continue.
4.      Supaya pada baris diurutkan dari value yang terbesar ke yang terkecil maka pada kolom Row Order check Descending. Tekan Continue.
2.6 Statistik Compare Means
       2.6.1 One-sample T Test (Within-Subject)
            Pengujian satu sampel pada prinsipnya ingin menguji apakah suatu nilai tertentu (yang diberikan sebagai pembanding) berbeda secara nyata ataukah tidak dengan rata-rata sebuah sampel. Nilai tertentu di sini pada umumnya adalah sebuah nilai parameter untuk mengukur suatu populasi. 
       Sebagai contoh rata-rata target pencapaian produksi rumput laut di  seluruh provinsiadalah 100%. Untuk mengetahui kebenarannya maka dilakukan sampling data di 15 provinsi sebagai berikut

1.      Klik Analyze Þ Compare Means Þ One-Sample T Test
2.      Masukkan variable Capaian pada kotak Test Variable (s) dan masukkan 15 pada kotak Test Value  
3.      Klik Option sehingga muncul kotak dialok. Isi 95 % pada condifent interval dan pilih exlude cases analysis by analysis Þ Continue Þ OK

       2.6.2 Independent-Sample T Test
            Independent-Sample T Test digunakan untuk menguji signifikansi beda rata-rata dua kelompok. Tes ini digunakan untuk menguji pengaruh variable independen terhadap variable dependen.
            Contoh kasus, konsentrasi nitrat di perairan A dan B. Pengukuran konsentrasi nitrat pada air laut dilakukan di dua perairan yang berbeda dengan melakukan sampling di 10 stasiun di setiap peraian.
1.      Klik Analyze Þ Compare Means Þ Independent Samples  T Test sehingga kotak  dialognya muncul
2.      Masukkan variable konsenstrasi NO3 pada Test Variable(s) dan Perairan pada kotak Grouping Variable 
3.      Klik Define Group, masukkan nilai variable perairan pada group 1 dan 2
4.      Klik continue sehingga kembali ke kotak dialog Independent-Sample T Test  
5.      Klik Options pilih tingkat kepercayan 95 % dan Exclude cases analysis by analysis
6.      dipilih   Klik Continue dan OK

       2.6.3 Paired-Sample T Test
            Paired-Sample T Test adalah analisis dengan melibatkan dua pengukuran pada subjek yang sama terhadap suatu pengaruh atau perlakuan tertentu.Apabila suatu perlakuan tidak memberi pengaruh, maka perbedaan rata-rata adalah nol. 
            Contoh, pengamatan dilakukan pada laju pertumbuhan diameter karang A. formosa di awal dan akhir perlakuan selama 4  bulan penelitian di bak Biorock.
1.      Klik AnalyzeÞ  Compare Means Þ Paired-Samples  T Test sehingga kotak  dialognya muncul 
2.      Klik variable Sebelum dan Sesudah secara berurutan sehingga kedua variable tersebut terblok kemudian tekan tmbol panah sehingga pasangan tersebut muncul pada kotak Paired Variables.  
3.      Klik Options sehingga secara default tingkat kepercayaan 95 % dan Exclude cases analysis by analysis terpilih  Klik Continue Þ OK
2.6.4 Prosedur Mean
            Means dibahas pada modul ini karena dalam outputnya sering kali diperlukan untuk melengkapi hasil yang dikeluarkan dari analisis ragam. Means ini ditunjukan untuk melihat deskriptif dari suatu data. Untuk ilustrasi saudara dapat memakai lagi tabel dari  tomat. Save  akan tetapi peubahnya ditambah  dengan tempat (tempat pohon tomat ditanam) yang berisi lembang(value=1) cimahi (value=2) dan batujajar (value=3).

 Andaikan saja saudara ingin mencari rata-rata (mean), simpangan baku (Standar Deviation) dan persentase dari banyaknya tomat yang dihasilkan dengan berdasarkan pupuk dan tempat.
Langkah-langkah:
  1. Buka lembar kerja tomat.save, jika sudah terbuka file ini maka selanjutnya. 
  2. Dari menu utama Analyze pilih submenu Compare-Means.
  3. Dari banyak test yang ada pilih  Means  maka akan terlihat kotak dialog  Meansnya.
  4. Pada Dependent List masukan peubah yang akan dilihat deskriptifnya yaitu banyak. Lalu pada Independent List masukan pupuk, secara otomatis  tombol Next  akan menjadi aktif, lalu klik maka ruang Independent List menjadikosong masukan peubah tempat.
  5. Klik Options maka tampil kotak dialog
  6. Masukkan pada Cell Statistic Mean atribut Standar Deviation dan Percent of Total N. Klik Continue dan untuk menampilkan hasilnya klik OK.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
SPSS adalah sebuah program aplikasi yang memiliki kemampuan analisis statistik cukup tinggi serta sistem manajemen data pada lingkungan grafis dengan menggunakan menu-menu deskriptif dan kotak-kotak dialog yang sederhana sehingga mudah untuk dipahami cara pengoperasiannya. Beberapa aktivitas dapat dilakukan dengan mudah dengan menggunakan pointing dan clicking mouse.
SPSS banyak digunakan dalam berbagai riset pemasaran, pengendalian dan perbaikan mutu (quality improvement), serta riset-riset sains. SPSS pertama kali muncul dengan versi PC (bisa dipakai untuk komputer desktop) dengan nama SPSS/PC+ (versi DOS). Tetapi, dengan mulai populernya system operasi windows. SPSS mulai mengeluarkan versi windows (mulai dari versi 6.0 sampai versi terbaru sekarang).
Pada saat sekarang SPSS dibagi menjadi 4 bagian besar, yaitu :
1.  SPSS BI atau Busines Intelegencia
2.  SPSS MR atau Market Riset
3.  SPSS Science
4.  SPSS Quality
Beberapa kemudahan yang lain yang dimiliki SPSS dalam pengoperasiannya adalah karena SPSS menyediakan beberapa fasilitas seperti berikut ini:
Ë Data Editor. Merupakan jendela untuk pengolahan data. Data editor dirancang sedemikian rupa seperti pada aplikasi-aplikasi spreadsheet untuk mendefinisikan, memasukkan, mengedit, dan menampilkan data.
Ë Viewer. Viewer mempermudah pemakai untuk melihat hasil pemrosesan, menunjukkan atau menghilangkan bagian-bagian tertentu dari output, serta memudahkan distribusi hasil pengolahan dari SPSS ke aplikasi-aplikasi yang lain.
Ë Multidimensional Pivot Tables. Hasil pengolahan data akan ditunjukkan dengan multidimensional pivot tables. Pemakai dapat melakukan eksplorasi terhdap tabel dengan pengaturan baris, kolom, serta layer. Pemakai juga dapat dengan mudah melakukan pengaturan kelompok data dengan melakukan splitting tabel sehingga hanya satu group tertentu saja yang ditampilkan pada satu waktu.
Ë High-Resolution Graphics. Dengan kemampuan grafikal beresolusi tinggi, baik untuk menampilkan pie charts, bar charts, histogram, scatterplots, 3-D graphics, dan yang lainnya, akan membuat SPSS tidak hanya mudah dioperasikan tetapi juga membuat pemakai merasa nyaman dalam pekerjaannya.
Ë Database Access. Pemakai program ini dapat memperoleh kembali informasi dari sebuah database dengan menggunakan Database Wizard yang disediakannya.
Ë Data Transformations. Transformasi data akan membantu pemakai memperoleh data yang siap untuk dianalisis. Pemakai dapat dengan mudah melakukan subset data, mengkombinasikan kategori, add, aggregat, merge, split, dan beberapa perintah transpose files, serta yang lainnya.
Ë Electronic Distribution. Pengguna dapat mengirimkan laporan secara elektronik menggunakan sebuah tombol pengiriman data (e-mail) atau melakukan export tabel dan grafik ke mode HTML sehingga mendukung distribusi melalui internet dan intranet.
Ë Online Help. SPSS menyediakan fasilitas online help yang akan selalu siap membantu pemakai dalam melakukan pekerjaannya. Bantuan yang diberikan dapat berupa petunjuk pengoperasian secara detail, kemudahan pencarian prosedur yang diinginkan sampai pada contoh-contoh kasus dalam pengoperasian program ini.
Ë Akses Data Tanpa Tempat Penyimpanan Sementara. Analisis file-file data yang sangat besar disimpan tanpa membutuhkan tempat penyimpanan sementara. Hal ini berbeda dengan SPSS sebelum versi 11.5 dimana file data yang sangat besar dibuat temporary filenya.
Ë Interface dengan Database Relasional. Fasilitas ini akan menambah efisiensi dan memudahkan pekerjaan untuk mengekstrak data dan menganalisnya dari database relasional.
Ë Analisis Distribusi. Fasilitas ini diperoleh pada pemakaian SPSS for Server atau untuk aplikasi multiuser. Kegunaan dari analisis ini adalah apabila peneliti akan menganalisis file-file data yang sangat besar dapat langsung me-remote dari server dan memprosesnya sekaligus tanpa harus memindahkan ke komputer user.
Ë Multiple Sesi. SPSS memberikan kemampuan untuk melakukan analisis lebih dari satu file data pada waktu yang bersamaan.
Ë Mapping. Visualisasi data dapat dibuat dengan berbagai macam tipe baik secara konvensional atau interaktif, misalnya dengan menggunakan tipe bar, pie atau jangkauan nilai, simbol gradual, dan chart.

3.2Saran
                Dijaman yang serba canggih saat ini, segala sesuatu haruslah cepat dan akurat. Maka agar dapat membantu keefisienan dan keefektifan dari suatu pekerjaan terutama didalam bidak statistika maka dibentuklah program SPSS sebagai media praktis melakukan kegiatan statistika.
            Kami berharap makalah ini dapat membantu pembaca dalam mengerti dan memahami tiap-tiap fungsi yang ada di program SPSS dan  mempermudah kerja dari individu tersebut.  Kemudian menurut hemat kami, makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu kami berharap kesedian bagi para pembaca  untuk memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun, penulis harapkan semoga menjadi hasil yang terbaik dan lebih sempurna di kemudian hari.



DAFTAR PUSTAKA

Aulia, Siwi Hapsari. 2013. ”Sekilas Mengenai SPSS”. (http://artikelmatematika01.blogspot.com/2013/01/sekilas-mengenai-spss.html). Diakses tanggal 10 novembar 2013.
 
Besral. 2010. Pengolahan dan analisa data-1 menggunakan SPSS. Depok: FKM Universitas Sriwijaya.
 
Panjaitan, Jessi. 2013. ”Cara Menggunakan SPSS”. (http://panjaitanjessi.blogspot.com/2013/01/cara-menggunakan-spss.html). Diakses tanggal 17 novembar 2013.

Rachmatin,dewi. 2010. Modul Pelatihan SPSS. Bandung: Fakultas Pendidikan Matematikan dan IPA Universitas Pendidikan Indonenesia.

Tim Lab. Statistik. 2011. Statistika Komputer,   Banda Aceh: FK Univesitas Syiah Kuala

Sudijono, Anas. 2000. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: PT Raja Prapindo Persada.
Sudjana. 2005. Metoda Statistika. Bandung: Tarsito
Wahyono, Teguh. 2008. Belajar Sendiri SPSS 16 .Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Xeon, Gundam. 2012. “Cara Memasukan dan Mengolah Data Menggunakan SPSS”. (http://knowledgesforfuture.blogspot.com/2012/12/cara-memasukkan-dan-mengolah-data.html). Diakses tanggal 10 novembar 2013.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Dwi Suseno Wati Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting